Jika keinginan Anda untuk tetap online selama 24 jam sepekan menimbulkan rasakurang bertenaga, bisa jadi Anda kecanduan media sosial. Sebuah penelitian baru-baru inimengungkap bahwa mengecek email dan media sosial ternyata lebih adiktif dari tembakau dan alkohol. Seperti diwartakan ABC , Selasa(7/2/2012), sekelompok penelitidari Booth Business School di Chicago University melakukan suatu eksperimen menggunakan perangkat BlackBery, untuk menguji hasrat sejumlah 205 orang di rentang usia 18 sampai 85 tahun, di Wurtzburg, Jerman. Partisipan tersebut diberi pertanyaan selama tujuh kali sehari selama satu pekan, untuk mengidentifikasi hasrat yang mereka rasakan dan seberapa kuat hasrat tersebut. Kemudian, para peneliti tersebut menyaring ribuan respon untuk mencapai kesimpulannya. Beruntung, ternyata penelitiantersebut menunjukkan bahwa kita belum jadi budak perangkat cerdas tersebut. Karena, kebutuhan untuk tidurdan beristirahat masih menempati urutan teratas di antara hasil penelitian itu. Namun pada kategori "rata-rata kegagalan pengendalian diri", hasrat mengecek media sosial, email, dan pekerjaan berada di atas hasrat untuk menghisap rokok sambil menyesap segelas scotch. "Meskipun ingin ditahan, hasratterhadap media mungkin relatiflebih sulit dikendalikan karena tingkat ketersediaannya yang tinggi, dan untuk melakukannya pun terasa tidak memerlukan biaya besar," terang Wilhelm Hofmann yang memimpin kelompok peneliti tersebut. "Rokok dan alkohol membutuhkan biaya lebih, seperti waktu dan uang, sedangkan kesempatan tidak selalu ada. Meskipun menyerahkan diri pada hasrat terhadap media terlihat minim risiko, sering menggunakannyatetap akan mencuri banyak waktu," tandasnya.