TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN
![]() |
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK V
NAMA:
1. ADELA INGGRIT ( 14270017 )
2. CITRAYANI ( 14270059 )
3. MUHAMMAD.ALIE ASHBAR R.M (14270052 )
4. MARIAM MAROA’ ( 14270051 )
5. MARSELINA RENDA RAME ( 14270043 )
6. NURFADILLAH ULFA ( 14270025 )
7. OKTOVIANUS (142700)
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN ( FKIP )
UNIVERSITAS PEJUANG
REPUBLIK INDONESIA ( UPRI )
MAKASSAR
2016
Ø Apa itu Pragmatisme ?
Pragmatisme adalah aliran filsafat
yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan
dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya
yang bermanfaat secara praktis .
Ø
PENEMU PERTAMA ALIRAN PRAGMATISME ...
!!
PENEMU PERTAMA ALIRAN PRAGMATISME ...
!!
Aliran ini terutama berkembang di
Amerika Serikat, walau pada awal perkembangannya sempat juga berkembang ke
Inggris, Perancis, dan Jerman.[1] William James adalah orang yang
memperkenalkan gagasan-gagasan dari aliran ini ke seluruh dunia.[1] William
James dikenal juga secara luas dalam bidang psikologi. Filsuf awal lain yang
terkemuka dari pragmatisme adalah John Dewey. Selain sebagai filsuf, Dewey juga
dikenal sebagai kritikus sosial dan pemikir dalam bidang pendidikan.
Secara etimologis, kata 'pragmatisme'
berasal dari kata bahasa Yunani pragmatikos yang berarti cakap dan
berpengalaman dalam urusan hukum, dagang, dan perkara negara. Istilah
pragmatisme disampaikan pertama kali oleh Charles Peirce pada bulan Januari
1878 dalam artikelnya yang berjudul How to Make Our Ideas Clear.
Ø Tokoh-tokoh
Filsafat Pragmatisme
1. Charles
Sanders Peirce
Charles mempunyai gagasan bahwa suatu
hipotesis (dugaan sementara/ pegangan dasar) itu benar bila bisa diterapkan dan
dilaksanakan menurut tujuan kita
2.
William
James
Menurut James, pragatisme adalah
aliran yang mengajarkan bahwa yag benar ialah apa yang membuktikan dirinya
sebagai yang benar dengan perantaraan yang akibat-akibatnya yang bermanfaat
secara praktis
3. John Dewey
Dewey adalah seorang pragmatis, namun
ia lebih suka menyebut sistemnya dengan istilah Instrumentalis. Menurutnya,
tujuan filsafat adalah untuk mengatur kehidupan dan aktivitas manusia secara
lebih baik, untuk didunia dan sekarang.
Ø Analisis Kritis atas Kekuatan dan
Kelemahan Pragmatisme
1. Kekuatan
Ø kemunculan pragmatis
sebagai aliran filsafat dalam kehidupan kontemporer, khususnya di Amerika
Serikat, telah membawa kemajuan-kemnjuan yang pesat bagi ilmu pengetahuan
maupun teknologi.
Ø Pragmatisme telah
berhasil mendorong berfikir yag liberal, bebas dan selalu menyangsikan segala
yang ada
Ø Sesuai dengan coraknya
yang sekuler, pragmatisme tidak mudah percaya pada “kepercayaan yang mapan”.
2. Kelemahan
Ø Karena pragmatisme tidak
mau mengakui sesuatu yang bersifat metafisika dan kebenaran absolute(kebenaran
tunggal), hanya mengakui kebenaran apabilaa terbukti secara alamiah, dan
percaya bahwa duna ini mampu diciptakan oleh manusia sendiri, secara tidak
langsung pragmatisme sudah mengingkari sesuatu yang transendental(bahwa Tuhan
jauh di luar alam semesta).
Ø Karena yang menjadi kebutuhan
utama dalam filsafat pragmatisme adalah sesuatu yang nyata, praktis, dan
langsung dapat di nikmati hasilnya oleh manusia, maka pragmatisme menciptkan
pola pikir masyarakat yang matrealis.
Ø Untuk
mencapai matrealismenya, manusia mengejarnya dengan berbagai cara, tanpa
memperdulikan lagi dirinya merupakan anggota dari masyarakat sosialnya


0 Silahkan komentar kie:
Posting Komentar