LSM American Freedom Defence Initiative (AFDI) siap menyebarkan poster kontroversi di stasiun kereta bawah tanah di Kota New York, Amerika Serikat (AS). Mereka berhasil mendapatkan izin dari otoritas setempat. "Dalam peperangan antara warga beradab dan biadab, dukunglah mereka yang beradab. Dukung Israel dan lawan Jihad," demikian yang tertulis di selebaran AFDI, seperti dikutip Fox News , Kamis (20/9/2012). Gerakan anti-Islam itu dijalankan oleh perempuan bernama Pamela Geller. Sikap mereka sempat ditolak oleh Otoritas Transportasi New York (MTA), karena poster-poster yang mereka sebarkan mengandung bahasa kasar. Mereka pun sempat ditegur oleh Pengadilan Manhattan. Geller mengatakan pada media bahwa, dirinya tidak peduli bila selebaran atau poster-posternya di stasiun kereta itu akan memicu kontroversi. Pendukung Israel itu juga menyinggung Amandemen Pertama di Negeri Paman Sam. Kemunculan poster-poster anti-Islam itu tampaknya akan menjadi masalah baru setelah film Innocent of Muslims dan kartun Nabi Muhammad muncul. New York juga akan mempersiapkan diri untuk menerima sejumlah kepala negara dari seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Council on American Islamic Relation (CAIR) pun kecewa keputusan itu. Mereka mengajak seluruh warga Muslim di Negeri Paman Sam untuk mengecam poster-poster yang disebarkan oleh AFDI. "Menurut kami, Amandemen Pertama memperbolehkan seluruh warga menjadi fanatik atau bisa pula menjadi idiot seperti Pamela Geller. Kami berharap dia tidak membuat provokasi dan menyebar kebencian, namun ini adalah Amerika, dia berhak melakukan hal itu," ujar juru bicara CAIR Ibrahim Hooper. "Kami mendesak seluruh warga Muslim untuk memanfaatkan haknya yaitu mengecam poster itu di depan publik. Hal yang paling berbahaya adalah menyebarnya kebencian di masyarakat AS yang dapat memicu serangan terhadap orang-orang yang tidak bersalah," tegas Hooper.