Gejala Pra Haid
Tidak setiap wanita mempunyai keluhan
yang sama pada saat menstruasi datang.
Ada wanita yang mengeluh merasa lemas,
pegal-pegal, pusing, nyeri perut, sampai
timbulnya bintik-bintik jerawat yang
datang seiring dengan hadirnya si tamu
bulanan. Secara kedokteran peristiwa ini
disebut Pre Menstrual Syndrome (PMS)
Sebenarnya hal ini tidak perlu
dikhawatirkan, selama kondisi tidak
terlalu parah dan sangat menyiksa.
Kondisi yang kurang fit seperti lemas,
pegal-pegal, dan pusing timbul karena
tubuh banyak kehilangan berbagai zat
bersamaan dengan keluarnya darah pada
saat haid.
Asal Muasal Keluhan Ketika Haid:
1. Perasaan tidak nyaman atau dalam istilah
medis disebut Pre-Menstrual Syndrome
(PMS) diakibatkan oleh keseimbangan
hormon yang bergeser
2. Perasaan lemas, lesu, lelah diakibatkan
pada saat haid tubuh banyak kehilangan
zat besi
3. Rasa sakit selama haid (dismenorrhoe )
diakibatkan oleh kontraksi otot rahim.
Gangguan menstuasi lainnya yang sering
dialami wanita yaitu terlambat datang
bulan atau yang secara medis disebut
amenorhoe
Untuk keterangan lebih lengkap klik pada
kata yang ingin diketahui lebih jauh.
Pre Menstrual Syndrome
PMS (pre menstrual syndrome) atau gejala
pre-menstruasi, dapat menyertai sebelum
atau saat menstruasi. Antara lain:
1. Perasaan malas bergerak, badan menjadi
lemas, serta mudah merasa lelah.
2. Nafsu makan meningkat dan suka makan
makanan yang rasanya asam.
3. Emosi menjadi labil. Biasanya kita mudah
uring-uringan, sensitif, dan perasaan-
perasaan negatif lainnya.
4. Mengalami kram perut (dismenorrhoe).
5. Kepala nyeri.
6. Pingsan.
7. Berat badan bertambah, karena tubuh
menyimpan air dalam jumlah yang
banyak.
8. Pinggang terasa pegal.
Nyeri Haid (dismenerrhoe)
Beberapa perempuan mengalami sakit atau
kram di daerah perut bagian bawah saat
haid berlangsung, bahkan ada yang sampai
pingsan karena tidak dapat menahan sakit.
Keadaan tersebut tentu saja mengganggu
aktivitas sehari-hari kita.
Nyeri haid ada dua macam:
1. Nyeri haid primer, timbul sejak haid
pertama dan akan pulih sendiri dengan
berjalannya waktu. Tepatnya saat lebih
stabilnya hormon tubuh atau perubahan
posisi rahim setelah menikah dan
melahirkan. Nyeri haid ini normal, namun
dapat berlebihan bila dipengaruhi oleh
faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock,
penyempitan pembuluh darah, penyakit
yang menahun, kurang darah, dan kondisi
tubuh yang menurun. Gejala ini tidak
membahayakan kesehatan.
2. Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul
kemudian, yaitu jika ada penyakit atau
kelainan yang menetap seperti infeksi
rahim, kista/polip, tumor sekitar
kandungan, kelainan kedudukan rahim
yang dapat mengganggu organ dan jaringan
di sekitarnya.
Akan tetapi, nyeri haid (dismenorrhoe)
juga bertanda positif. Artinya jika seorang
wanita mengalami nyeri pada siklus
haidnya itu merupakan siklus ovulatoir
atau siklus subur. Jadi wanita tersebut
mempunyai kemungkinan cukup besar
untuk mempunyai anak. Biasanya nyeri
saat haid akan berkurang/hilang setelah
seorang wanita melahirkan anak.
Terlambat Datang Bulan (amenorrhea)
Ada dua jenis amenorrhea yaitu primer
dan sekunder. Amenorrhea primer adalah
kejadian dimana seorang wanita yang
sudah berusia sampai 18 tahun belum juga
mengalami haid. Hal tersebut disebabkan
oleh terhambatnya perkembangan pubertas,
tidak terbentuknya hormon atau tidak
terbentuknya sel telur.
Sedangkan bila perempuan tidak
mendapatkan haid selama 3-4 kali
semenjak haid terakhir, gejala itu disebut
amenorrhea sekunder. Penyebabnya adalah
penurunan berat badan yang drastis,
olahraga yang berlebihan, stress atau
depresi, kehamilan, efek dari obat tertentu
dan tumor. Apabila terjadi kondisi seperti
ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter.