SEKITAR 70 persen tubuh manusia terdiri atas air. Sebagian besar air tersebut tersimpan di bawah kulit. Agar kadar air dalam tubuh tetap terjaga, Anda harus tahu caramenjaganya. Kurangnya kadar air dalam tubuh dapat mengakibatkan kondisi kulit menurun. Selain fungsi enzim tidak optimal, struktur lapisan luar kulit jugaakan kering, kusam, dan kasar.Pada tubuh, penampung air terbesar yaitu epidermis berada pada lapisan dalamnya. Lapisan tersebut dipasok oleh pembuluh darah dari lapisan yang lebih dalam lagi. Jika pasokan air memungkinkan, airakan diangkut melalui pembuluh darah sampai ke dermis bagian atas, tepat di bawah dermis. Sejak dulu para ilmuwan percaya bahwa air mengalir di antara sel kulit. Sejak dulu juga, dua prinsip pelembap kulit, yaitu gliserol dan urea, digunakan untuk meningkatkan kadar air dalam kulit. Caranya dengan menembus ke dalam kulit dan mengikat air di dalamnya hingga menjaganya agar tidak bergerak ke atas menuju permukaan kulit. Sementara itu, emolien dan caring lipidsmembentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit. Dengan demikian, akan mengurangi penguapan air. Kedua prinsip ini memang tidakbisa memastikan bahwa air sebenarnya tersedia untuk sel-sel kulit. Sebab, kedua prinsip ini tidak memungkinkan untuk mengangkut air melalui membran sel. Pada 2003 Prof Peter Agre, seorang pakar biologi molekuler yang berbasis di Amerika Serikat, peraih penghargaan Nobel pada tahunyang sama menemukan bahwa air melewati sel berkat formasisaluran air yang disebut aquaporin. Aquaporin adalah protein dalam membran sel yang membentuk pori-pori agar molekul air bebas mengalir ke dalam dan keluar sel sehingga memengaruhi kemampuan kulit untuk melembapkan sendiri secara efisien. Sebuah sel dapat terdiri atas 200.000 aquaporin . Semakin banyak aquaporin , maka akan semakin banyak saluran hidrasi yang terbentukuntuk transportasi air di dalamsel yang menjaga kelembaban kulit. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mampu menstimulasi jaringan aquaporin , di sinilah Hydra IQ memainkan perannya. “Para ilmuwan Beiersdorf melakukan penelitian selama 7 tahun untuk mengembangkan kandungan yang dapat menstimulasi jaringan aquaporin di dalam kulit hinggaditemukan teknologi Hydra IQ yang terdiri atas glukosa dan gliserol,” ujar Group Manager Regional Development PT Beiersdorf, Dr Christopher Mummert di Jakarta, belum lama ini. Inovasi Hydra IQ, akan mengaktifkan jaringan aquaporin pada kulit dengan glukosa gliserol, zat identik dengan alam, dengan merangsang pembentukan aquaporin baru. Bahan aktif memicu proses biokimia dalam sel yang menyebabkan proteinyang sesuai terbentuk di tempat yang tepat. Lebih jauh Dr Christopher Mummert menjelaskan, Hydra IQ yang mengandung bahan aktif menyerupai zat yang digunakan oleh ganggang (alga) blue-green yang mengatur alur kelembapannya dalam kondisi ekstrem. Hydra IQ merupakan terobosan kandungan perawatan kulit aktif yang dapat menstimulasi terbentuknya aquaporin-aquaporin baru atau saluran hidrasi kulit yang berfungsi mengatur distribusi air dan menjaganya tetap di dalam sel kulit sehingga memberikan efek melembapkan tiada henti yang bertahan selama lebih dari 24 jam.