Pemerintah menyatakan akan melakukan pembatasan BBM sekaligus dengan konversi BBM ke BBG dibulan Mei mendatang. Hal ini dilakukan untuk menghemat penggunan BBM subsidi. "Pembatasan kita sedang siapkan SK-nya nanti rencana awal Mei presiden akan menyampaikan semua. Iya aturannya (penghematan dan konversi) bakal keluar bersamaan satu paket," ungkap Menteri ESDM Jero Wacik ditemui di Istana Presiden, Rabu (11/4/2012) Meskipun begitu, ketika ditanya lebih kanjut mengenai rencana ini, Jero enggan menyebut bentuk pasti dari beleid ini karena masih melihat kondisi riil di lapangan. "Kita tetap tunggu, sekarang program utama kita penghematan, mari kita menghemat listrik karena subsidi listrik sudah Rp93 triliun. Kita hemat listrik dan BBM, kalau dulu bepergian jauh-jauh kalau enggak penting tidak perlu. Kalau perlupakai satu mobil bertiga, itu namanya penghematan," lanjutdia. Sebelumnya, Dirjen Migas Evita H Legowo mengungkapkan, pihaknya tengah menggodok beleid aturan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaik bersama-sama dengan stakeholder. "Nanti kita akan lihat siapa yang tidak boleh pakai (premium) sekarang ini belum ada aturannya jadi kita hanya menghimbau saja. Teman- teman juga ingat kita tidak menghimbau sekarang saja tetapi dari tahun lalu, tetapi kelihatannya hasilnya tidak signifikan," ujarnya. Menurut Evita, sejak kemarin pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan pertamax. Namun, imbauan ini ternyata tidak efektif. Karenanya, pemerintah berencana mengeluarkan Permen pembatasan BBM bersubsidi yang akan efektif di Mei. "Salah satu opsi adalah mengarah kepada. CC-nya. (Efektif) mungkin kalau enggakApril- Mei awal, tetapi efektifnya Mei," lanjut dia. Dia menjelaskan, nantinya pulau Jawa dan Bali akan mendapatkan prioritas pelaksanaan Permen tersebut karena kesiapan infrastruktur.Adapun rencana pengeluaran Permen pembatasan BBM bersubsidi ini, dilakukan karenaberdasarkan penggunaan BBM subsidi tahun 2011, ternyata didominasi penggunaan mobil pribadi.