Jika Anda berjalan-jalan di kota Enrekang, tepatnya di jalan porosMakassar-Toraja, Anda bisa melihat salah satu gunung wisata yang cukup terkenal, yakni Gunung Nona . Panorama keindahan alam akan memanjakanmata Anda dalam perjalanan berkilo-kilo meter melintasi kota. Sebaiknya, Anda jangan 'berfantasi' macam-macam setelahmenyaksikan gigir gunungnya yangmemiliki bentuk menyerupai lipatan-lipatan kulit. Penduduk setempat memberi nama gunung ini Buntu Kabobong. Dalam bahasa Enrekang (Massenrempulu), berarti ' erotis '. Penamaan semacam ini cukup beralasan mengingat topografi gunung yang menyerupai lipatan kulit itu bisa diasosiasikan dengan alat kelamin wanita. Bahkan, penduduk di luar daerah pernah menyebutnya dengan nama Gunung Vagina. Karena secara etisnama ini dinilai kurang bagus, disebutlah dengan nama Gunung Nona. Berbeda dengan kebanyakan gunung di Nusantara, penelitian geologi mengungkapkan bahwa badan gunung tersusun dari material pasir . Fakta ini secara teoretis menunjukkan asal-muasalgunung. Diyakini, Gunung Nona terbentuk akibat benturan atau tumbukan lempeng benua yang mengakibatkan dasar laut naik menjadi daratan. Lokasi Nama Kabupaten Enrekang, tempat bersemayamnya Gunung Nona, mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun,mungkin Anda cukup familiar dengan Makassar ? Dari kota Makassar, tempuhlah jalan ke utara. Sekitar 250 km, sampailah Anda di Enrekang. Tidak sulit menemukan kota ini sebab pemerintah setempat menjadikan Enrekang sebagai referensi wisataSulawesi Selatan yang dianjurkan untuk para wisatawan. Enrekang tidak memiliki pantai. Pekerjaan mayoritas penduduknya adalah petani. Topografi kotanya berupa kombinasi antara perbukitan, gunung, lembah, dan sungai . Gunung-gunung itu memberi coraktersendiri sebagai pesona alami Enrekang, yang dipercantik dengan banyaknya gua,sungai, jeram, dan air terjun. Pesona Enrekang Enrekang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Jika Gunung Nonamenjamu Anda dengan panorama alam yang asri dan unik, hal serupa disajikan oleh Gunung Bampapuang yang letaknya tidak begitu jauh dari Gunung Nona. Gunung yang memiliki ketinggian 1.157 meter di atas permukaan laut ini pun tak segan memberikanpanorama sunrise dan sunset sekaligus jika Anda mau mendaki ke puncaknya. Pesona Enrekang yang lainnya pun masih banyak disajikan oleh sedikitnya 20 gua dengan stalagtit dan stalagnitnya yang eksotis. Beberapa di antaranya adalah Gua Bubau, Gua Pusallo danGua Tappa. Gua-gua tersebut sangat diminati para penjelajah. Masih belum puas dengan gunung dan gua? Anda boleh menyusuri sungai-sungai yang tak kalah eksotis, misalnya Sungai Tabang, Sungai Mata Allo, Sungai Mamasa, dan Sungai Saddang. Sungai Saddang memiliki arus yangsangat deras dan medan yang luar biasa menantang. Tidak salah jika sungai ini sangat diminati parapencinta olah raga air dan arung jeram. Bagi yang menyukai wisata sejarah, Enrekang semestinya menjadi salah satu tempat yang memuaskan sebab banyak jejak perjuangan rakyat Makassar melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Di lereng-lereng gunung, masih terdapat sisa-sisa bunker tentaraJepang saat menghadapi Sekutu. Nah, tunggu apa lagi? Enrekang menunggu Anda untuk menyuguhkan berbagai keindahanyang sebenarnya, bukan sekadar cerita.