Rabu, 23 Mei 2012
SALAH satu isu pokok yang dengan lantang dikumandangkan saat peristiwa reformasi 98’ adalah tuntutan adanya kebebasan berpendapat, berorganisasi dan berekspresi. Setelah hampir 14 tahun reformasi berjalan, problema kebebasan dalam demokrasi kita masih dipertanyakan. Perselingkuhan antara sikap egoisme, fanatisme & misstolerance (ketiadaan toleransi) yang dibumbui dengan ancaman dan tindakan represif atau kekerasan yang berlebihan telah mereduksi arti dari kebebasan itu sendiri, apalagi ditambah dengan ketidaksigapan aparat keamanan dalam meredam masalah tersebut.
Isu atau berita yang sedang hangat di telinga masyarakat sekarang ini adalah tentang tidak diizinkannya (dilarang) Lady Gaga untuk menggelar konser pertunjukan di Jakartapada 3 Juni nanti. Pelarangan ini menggiring atau menimbulkan argumentative turn (perdebatan wacana) di dalam masyarakat, akademisi, maupun pemerintah; baik itu yang pro maupun kontra dengan konser tersebut.
Secara tidak langsung, problemini telah mengalir ke isu yang lebih besar yaitu tentang arti sebuah “kebebasan dan toleransi”. Apalagi di negara Indonesia yang menganut sistem demokrasi seperti ini, bagaimana sebuah kebebasan dielu-elukan. Tetapi kemudian apakah dengan kebebasan tersebut kita dapat seenaknya melakukan sesuatu dan memaksakan kehendak kita sendiri?
Jawabannya tentu tidak, karena pada dasarnya kita tidak berada di ruang hampa, akan tetapi berada di tengah-tangah masyarakat yang terdapat berbagai kompleksitas dan dinamika. Baik itu ajaran agama, budaya,norma serta nilai-nilai yang terkandung atau berkembang dalam masyarakat itu sendiri.
Artinya, ketika dijalankan di dalam masyarakat maupun negara, kebebasan merupakansuatu tindakan yang tidak sebebas-bebasnya, karena adaproteksi atau batasan (kebebasan) yang dimiliki masyarakat tersebut. Batasanini juga bisa jadi disepakati dandibuat oleh masyarakat dan negara seperti: budaya, ajaranagama, nilai dan norma, hukumadat atau peraturan perundangan. Sehingga kemurnian di dalam arti kebebasan tersebut hanya dapat kita rasakan di alam pikiran, perasaan, serta hati kita, tetapi tidak akan pernah dapat kita lakukan semuanya di dalam perbuatan nyata.
Kembali ke masalah tidak diizinkannya konser Lady Gaga oleh pihak Polda Metro Jaya karena alasan keamanan. Dapat kita lihat pertarungan argumen dari kubu yang pro maupun kontra. Ada tiga hal yang menjadi alasan kubu yangmenolak (kontra, yang diwakili oleh ormas Islam & MUI) konsertersebut, pertama : aksi serta penampilan Lady Gaga yang dianggap seronok atau vulgar, kedua : bahwa apa yang dibawakan lady gaga telah bertentangan dengan budaya, norma serta nilai-nilai yang ada di Indonesia, dan yang ketiga : adanya stigma bahwa Lady Gaga merupakan pemuja setan serta ateis.
Akan tetapi, di satu sisi, kubu yang setuju (pro) pada konserLady Gaga menganggap, tidak diberi izinnya Lady Gaga untuk menggelar konser di Indonesia telah mencederai kebebasan mereka dalam menikmati pertunjukan maupun kebebasan berekspresi Lady Gaga. Selain itu, ada juga anggapan, gagalnya konser Lady Gaga ditakutkan akan berakibat kepada terpasungnya esensi dari suatu kreativitas ataupun seni.
Dengan demikian, ada beberapa solusi yang dapat ditempuh untuk dapat meredam perbedaan tersebut agar tidak sampai menjurus ketindakan yang berakibat negatif. Pertama, pemerintah harus ikut turun tangan dan berperan sebagai policy brokers atau perantara kebijakan, yang kemudian berusaha mencari jalan keluar terbaik. Kedua, kedua kubu (baik pro dan kontra) harus lebih mengedepankan musyawarah daripada amarah. Dan ketiga, diperlukannya sikaptenggang rasa serta toleransi dalam memandang perbedaan itu sendiri.
Kita dapat mengambil contoh seperti apa yang telah dilakukan oleh para founding fathers kita, seperti Soekarno,Hatta, Syahrir, Tan Malaka, Agus Salim, dan yang lain. Mereka semua memiliki berbagai perbedaan, baik dari segi ras, suku, budaya serta ideologi atau paham yang mereka pegang. Akan tetapi sikap toleransi dan saling mengerti yang mereka lakukantelah berhasil menganyam perbedaan tersebut menjadi suatu tekad, yaitu membentukNegara Kesatuan Republik Indonesia yang Merdeka.
Kemudian ungkapan penutup dari saya, “Kebebasan serta perbedaan tanpa adanya sikaptoleransi, hanyalah seperti aliran air sungai tanpa lautan atau samudra.” Artinya aliran air sungai tersebut tidak akanpernah mencapai titik temu dalam perjuangan tujuan atau cita-cita besarnya, yaitu mencapai ketenangan di dasar lautan atau samudra. Begitu pula dengan pertentangan di dalam kebebasan dan perbedaan yang sampai kapan pun tidak akan pernah selesai,tanpa adanya kebesaran hati dan sikap toleransi.
Salam masyarakat Indonesia yang lebih adil-makmur-sejahtra, dan
Salam Revolusi Indonesia!!!
Arif Novianto
Mahasiswa Manjemen dan Kebijakan Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol)
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Departemen Kajian Strategis BEM KM UGM 2012
Posted on 04.22 by Unknown
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
music
About
Ass... saudara-saudara di nusantara,sy sebagai pemilik blog ini memberikan kesempatan kepada saudara-saudara di nusantara yang ingin memasang iklan di blog dengan biaya yang sangat sedikit anda keluarkan
silahkan hubungi kami :
email : alieashbar@ymail.Com
handphone : 085299246933
Popular Posts
-
Para pengguna Mac sebaiknya waspada, pasalnya seorang hacker berhasil mengelabui pengguna komputer Apple lalu menginfeksi Macintosh dengan k...
-
Dua situs palsu yang menyamar sebagai Wikipedia dan Twitter, telah 'diusir' dari internet. Tidak hanya itu, masing-masing situs itu ...
-
Mantan pimpinanFacebook berkata sesuatu yang cukup 'pedas' pada bekasperusahaannya, dengan mengatakan bahwa kekuatan pengguna Facebo...
-
Mata Bengkak Setelah Menangis Lingkungan Orang yang habis menangis pasti ketahuan dari matanya bengkak. Makanya banyak yang memilih menahan ...
-
Tenses merupakan bahan ajaran atau komponen penting dalam mempelajari bahasa inggris terutama, bagi mahasiswa jurusan pendidikan bahasa ingg...
-
Sebelumnya ku tulis ciri-ciri perawan.. dan sekarang kutulis ciri-ciri tidak perawan Ini jangan dijadikan patokan 100% lho..... semoga Threa...
-
Tiga dasar suara Dalam beatboxing manusia, alurkebanyakan dibuat dengan menggunakan tiga suara dasar.The kick drum, snare drum dan hi-hat. T...
-
Internet saat initumbuh dengan pesat dan menjangkau seluruh kalangan masyarakat, tidak terkecuali anak-anak. Norton Online Family Report dar...
-
Lelaki Mengagumi Perempuan Karena Fisiknya. Ciri-ciri Apa sajakah Yang diidamkan Lelaki: 1. PINGGANG RAMPING Perempuan bertubuh kurus ternya...
-
Madara: akhirnya dua takdir itu dan akulah pemanangnya Naruto: madara !! -membuat cho oodama rasengan n menyerang madara tapi hanya mel...

0 Silahkan komentar kie:
Posting Komentar