Dalam permainan pasti ada namanya menang dan ada kalah. Begitu juga dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta yang diselenggarakan bulan Juli mendatang. Setiap kandidat calon dan wakil Gubernur harus berlapang dada jika kalah dan mendukung Gubernur yang terpilih. Lima pasang calon menyatakan siap untuk menerima kekalahan. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta jalur independen atau perorangan Biem Benyamin mengungkapkan, akan membantu calon yang terpilih nanti kecuali dengan jalan yang benar. "Kita akan dukung orang yang menang asal orangnya tidak curang, tapi kalau curang kita perkarakan dulu," ungkapnya di sela-sela menghadiri dialog terbuka di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/5/2012). Sedangkan Calon Gubernur Hendardji Supanji akan mendukung terhadap calon yang menang. Dirinya berjanji akan memberikan sumbangsihnya berupa gagasan yang konstruktif. "Saya akan tetap mendukung calon yang menang jika tidak terpilih, dan akan memberikan sumbangsih gagasan yang konstruktif agar warga Jakarta sejahtera dan makmur," tuturnya. Hal senada dilontarkan oleh Nono Sampono, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang yang berpasangan dengan AlexNoerdin itu. Dirinya mendukungorang yang menang tetapi tidak dalam kecurangan. "Kami akan mendukung asal jujur, kalau tidak jujur ada jalur hukum yang kita perjuangkan,"imbuh Nono. Senada dikatakan calon Wakil Gubernur yang diusung oleh PDI P dan Gerindra, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Dia menyatakan Pilkada Jakarta 2012 ini merupakan momentumuntuk melakukan reformasi di Indonesia. "Oleh karenanya, pilih pasangan yang mempunyai rekam jejak baik, berani dan peduli dengan rakyat," imbuhnya. Hidayat Nur Wahid pun mengungkapkan bahwa rekam jejak menjadi hal utama untuk membangun kota Jakarta."Track record harus jadi pertimbangan besar dan kita harus bekerja secara profesionalitas," katanya.