YOGYAKARTA - Warga Kampung Kragilan, RT 05/09, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta, gempar setelah mendengar teriakan Arif Ramadhan (9). Bocah kelas tiga SD itu mendapati ibunya, Wanarseh (29), tewas gantung diri. Kapolsek Mlati, Kompol Ihsani, menjelakskan Arif pulang ke rumahnya sekira pukul 10.00 WIB untuk mengambil sarung. Lantaran, sekolahnya akan menggelar praktik salat. "Sewaktu istirahat anak korban (Arif), pulang ke rumah.Dia yang melihat kondisi ibunyapertama kali," kata Kompol Ihsani di lokasi kejadian, Senin, (14/5/2012). Ihsani melanjutkan, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan tali jarik yang diikatkan pada tiang penyangga di dapur rumah korban. Mengetahui hal itu, warga sekitar langsung menghubungi suami korban, Pramono (34), yang tengah bekerja sebagai supir angkutan umum. Sementara tim Forensik dan dokter dari Puskesmas Mlati langsung melakukan visum terhadap jenazah korban. "Dugaan kuat murni bunuh diri,karena di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," imbuhnya. Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban memiliki kelainan jiwa, dan tengah menjalani rawat jalan di RSJ Grahasia, Pakem, Sleman. "Korban bersama anakdan suaminya di sini mengontrak. Dari keterangan saksi-saksi, korban juga seringmengeluh sakit yang tak ujungsembuh," pungkasnya. Rencananya, jenazah korban akan dibawa ke kampung halamannya di Magelang, Jawa Tengah.